Perasaan Seorang Ibunda Lebih Peka

Judul yang aneh tapi menurut saya berjuta artinya, memang benar perasaan seorang ibu itu lebih peka daripada anaknya. dan anak itu adalah saya sendiri (heuh badeur sugan abdi teh). tapi memang itu kenyataannya dan itu mempengaruhi 100% kehidupan saya sekarang ini. dulu, ketika saya ingin melakukan sesuatu hal yang menurut saya hal itu baik untuk dilakukan tapi kemudian ibunda saya justru melarang atau merasa khawatir dengan tingkah saya. tapi namanya juga anak yang merasa dirinya sudah dewasa dan egois hanya bisa merayu semoga diizinkan tidak berpikir panjang tentang baik buruknya alhasil setelah dilakukan pasti ada aja masalah yang terjadi dan ujung-ujungnya orangtua kita yang merasa sedih ( hampura ya mah). bukan hanya satu kali tetapi sering kali saya berbuat seperti itu dan jeleknya lagi saya selalu menganggap hal itu yang lumrah dan seperti angin yang berlalu begitu saja.

hingga sampai saya menulis post ini saya masih melakukan hal yang sama itulah ketololan seorang manusia biasa, hanya mementingkan ego-nya sendiri, tidak berpikir panjang dan bertingkah sesuka hati tidak perduli ada hati yang tersakiti (astagfirullah). jika ingin saya urutkan satu persatu mungkin akan banyak sekali tingkah laku saya yang sering membuat orangtua saya merasa khawatir. tahun lalu diakhir 2010, saya memutuskan untuk bekerja dan kembali lagi ke sangatta – kalimantan Timur karena ada tawaran kerja bersama teman saya, pada tahun yang sama saya juga bekerja di bengalon – kalimantan Timur tapi saya kena PHK karena kondisi perusahaan yang tidak stabil, akhirnya saya pun memutuskan untuk kembali ke depok karena selalu ingat kata-kata ibunda saya ” udah teh pulang aja kesini, kerjanya ga usah jauh-jauh mamah kangen terus kepikiran wae ” itulah kalimat yang jess masuk kedalam hati saya. tanpa pikir panjang akhirnya saya kembali ke pangkuan ibunda tercinta.

tapi, itulah hidup tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti dikemudian hari, jelang waktu 2 bulan saya memutuskan untuk kembali ke sangatta. sebelum berangkat saya meminta izin kepada ibunda dan dia selalu membalas omongan saya dengan kata-kata yang pendek dan muka yang muram. Ibunda saya tidak pernah melarang anak-anaknya atas apa yang ingin kami lakukan dia 80% (maybe) memberikan semua keputusan kepada kami agar kami bisa belajar dalam hidup ini dan 20% nya lagi dia gunakan untuk memberikan masukan2 yang positif. tidak hanya sekali saya mengatakan, membujuk, dan menyatakan keinginan saya untuk kembali ke kalimantan bahkan berkali-kali hingga keluarlah kata-kata itu dari mulut ibunda saya “terserah teteh we lah, mamah mah ikut aja” walaupun saya tahu waktu itu mukanya tidak terlihat gembira. tapi saya malah berkata dalam hati “Bingo” akhirnya dengan izin yang setengah2 dari ibunda, saya pun berangkat ke Kalimantan.

hari-hari pertama saya disana semuanya berjalan lancar dan saya masih merasa bahagia dengan keadaan ini. 1 bulan aman, 2 bulan masih stabil, 3 bulan ada sedikit kerikil, 4 bulan mulai ada badai yang menerpa, 5 bulan masih bertahan dengan keterbatasan yang tersisa, dan sekarang sudah 6 bulan saya disini dan semuanya jauh dari apa yang saya pikirkan bahkan keadaan dan situasi yang saya rasakan disini hingga membuat saya muak dan ingin keluar dari sini. saya sering melakukan sesuatu hal yang tanpa saya sadari justru malah menjadi boomerag bagi saya ( sama halnya kayak melempar batu tapi malah ngenain kepala sendiri😦 ). Ya Allah, apa mungkin ini adalah balasan dari ketidak patuhan saya sebagai seorang anak. setiap hari saya selalu merenung dan berintrospeksi diri (bahkan sering berbicara dengan hati sendiri) apa yang salah?? kenapa jadi seperti ini?? flash back ke masa2 purba dulu dan akhirnya saya menyimpulkan sendiri mungkin semua ini terjadi karena saya tidak patuh kepada ibunda atau sebenernya ibunda saya dengan berat hati mengizinkan saya pergi.

seperti yang kita semua ketahui restu dan ridho seorang ibu adalah restu dan ridho Allah SWT. benar tidak ?? kalo kata saya sih benar🙂 itulah pendapat saya dan saya akan mencoba untuk membereskan semua masalah yang ada dan saya juga memutuskan untuk kembali ke Depok agar bisa selalu dekat dengan ibunda tercinta.

Ya Allah bantu saya untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada hanya kepada-Mu lah hamba memohon dan hanya kepada-Mu lah hamba meminta pertolongan. Amin

itulah yang saya rasakan, bagaimana dengan anda??????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s